Membangun ruang aman bagi perempuan bukan hanya soal aturan, tetapi juga budaya saling menghargai. Lingkungan terdekat menjadi tempat pertama untuk menumbuhkan keberanian berbicara dan rasa percaya diri.

Edukasi, mekanisme pelaporan yang jelas, serta pendampingan yang berpihak pada korban perlu berjalan bersama. Dengan keterlibatan seluruh pihak, ruang publik yang ramah bagi perempuan bukan lagi sekadar harapan.